soundofheaven.info Art SIMBOL LISTRIK PDF

Simbol listrik pdf

Friday, April 26, 2019 admin Comments(0)

Pemakaian Simbol yang ada tidak hanya pad Teknik Listrik dan Elektronika akan tetapi pada bidang lain seperti Arsitek, yang berkaitan. Besaran dan Simbol Kelistrikan Besaran dan simbol Nama dan simbol Persamaan Arus listrik, I amper A - Gaya gerak listrik, E volt, V V - Tegangan, V volt,v V. vr, 29 mrt GMT Simbol Listrik dan Elektronika. Lengkap soundofheaven.info .com Simbol Listrik - Download as PDF File .pdf), Text File .txt) or read online.


Author: RUTHANN VERMILYEA
Language: English, Spanish, Indonesian
Country: Belize
Genre: Politics & Laws
Pages: 502
Published (Last): 25.06.2016
ISBN: 360-7-68012-203-9
ePub File Size: 30.57 MB
PDF File Size: 12.37 MB
Distribution: Free* [*Regsitration Required]
Downloads: 36390
Uploaded by: SHARRI

Download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd. Flag for inappropriate . /abel 0& 1esaran dan simbol kelistrikan dalam sistem S$& *kuran Standar -. Download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd. Flag for inappropriate content. Download . SIMBOL LISTRIK DAN HUKUMHUKUM DALAM SYSTEM. Lambang Simbol Listrik - [Free] Lambang Simbol Listrik [PDF] [EPUB] Simbol listrik sangat penting untuk dipelajari dipahami karena hampir.

Koefisien waktu: Thursday, 11 August Diode silikon akan mulai forward ketika telah dicapai tegangan cut-in sebesar 0,7 Volt, untuk Diode germanium tegangan cut-in 0,3 Volt. Juga berbeda dari beberapa Disiplin Ilmu. Jika tegangan reverse terlampaui maka Diode akan rusak secara permanen gambar Gambar 9. Sebagai pengukur energi listrik kwhmeter mengukur daya pada interval waktu tertentu dalam konversi waktu jam. Buatlah gambar skematiknya dan jelaskan cara kerja saklar elektronik.

Multimeter menggunakan kumparan putar sebagai penggerak jarum penunjuknya. Meter kumparan putar dengan diode penyearah Alat Ukur Besi Putar Alat ukur besi putar memiliki anatomi yang berbeda dengan kumparan putar.

Sebuah belitan kawat dengan rongga tabung untuk menghasilkan medan elektromagnetik. Jika arus melalui belitan kawat, timbul elektromag netik dan sirip besi akan bergerak mengikuti hukum tarik menarik medan magnet. Prinsip alat ukur besi putar Besarnya simpangan jarum sebanding dengan kuadrat arus yang melewati belitan.

Alat ukur besi putar sederhana bentuknya dan cukup handal Alat Ukur Elektrodinamik Alat ukur elektrodinamik memiliki dua jenis belitan kawat, yaitu belitan kawat arus yang dipasang diam dua buah pada magnet permanen, dan belitan kawat tegangan sebagai kumparan putar terhubung dengan poros dan jarum penunjuk gambar Interaksi medan magnet belitan arus dan belitan tegangan menghasilkan sudut penyimpangan jarum penunjuk sebanding dengan daya yang dipakai beban: Prinsip elektrodinamik Pemakaian alat ukur elektrodinamik adalah sebagai pengukur daya listrik atau Wattmeter.

Pemasangan wattmeter Pemasangan Wattmeter dengan notasi terminal 1,2,3 dan 5. Terminal terhubung ke belitan arus Wattmeter, terhubung seri dengan beban. Terminal terhubung ke belitan tegangan Wattmeter. Terminal dikopel untuk mendapatkan catu tegangan suply tegangan gambar Pemasangan terminal meter tidak boleh tertukar, karena akibatnya meter tidak berfungsi. Untuk pengukuran daya besar, dimana arus beban besar dapat digunakan trafo CT untuk menurunkan arus yang mengalir belitan arus Wattmeter.

Misalkan daya motor 3 phasa 55 kw dengan tegangan V akan menarik arus jala-jala A. Wattmeter portabel pengawatan dengan beban gambar Ada tiga buah selektor switch, untuk pengaturan amper, pengaturan tegangan dan pemilihan skala batas ukur. Untuk keamanan tempatkan selektor amper dan selektor tegangan pada batas ukur tertinggi.

Jika jarum penunjuk sudut simpangannya masih kecil baru selektor switch arus atau tegangan diturunkan satu tahap. Gam Gambar 8. Pengawatan wattmeter dengan beban satu phasa Konstruksi meter piringan putar memiliki dua inti besi gambar Inti besi U dipasang dua buah belitan arus pada masing-masing kaki inti, menggunakan kawat berpenampang besar.

Inti besi berbentuk E-I dengan satu belitan tegangan, dipasang pada kaki tengah inti besi, jumlah belitan tegangan lebih banyak dengan penampang kawat halus. Prinsip Alat ukur Piringan Putar kwhmeter Gambar 8. Akibat efek elektromagnetis kedua inti besi tersebut, pada piringan aluminium timbul arus eddy yang menyebabkan torsi putar pada piringan.

Simbol Listrik Dan Hukum Kelistrikan

Piringan aluminium berputar bertumpu pada poros, kecepatan putaran sebanding dengan daya dari beban. Jumlah putaran sebanding dengan energi yang dipakai beban dalam rentang waktu tertentu. Meter piringan putar disebut kilowatthours kwh meter gambar. Pengawatan kwhmeter tiga phasa dengan empat kawat gambar Jala-jala L1, terminal-1 kebelitan arus-1 terminal-3 ke beban, terminal dikopel untuk suply ke belitan tegangan Jala-jala L2, terminal-4 ke belitan arus-2 terminal 6 langsung beban, terminal dikopel suply ke belitan tegangan Jala-jala L3, terminal-7 ke belitan arus-3 ke terminal 9 langsung beban, terminal dikopel untuk suply ke belitan tegangan Terminal 10 dan 12, untuk penyambungan kawat netral N dan penyambungan dari ketiga belitan tegangan phasa 1,2 dan 3.

Pengawatan kwh meter satu phasa dan tiga phasa Bentuk fisik kwhmeter kita lihat disetiap rumah tinggal dengan instalasi dari PLN.

Sebagai pengukur energi listrik kwhmeter mengukur daya pada interval waktu tertentu dalam konversi waktu jam. Hitunglah beban daya listrik dari? Untuk menaikkan batas ukur Voltmeter harus dipasang tahanan seri sebesar R V. Persamaan tahanan seri meter R V: Tahanan seri R V pada Voltmeter Contoh: Pengukur tegangan Voltmeter memiliki arus meter 0,6mA, tegangan meter 0,3V. Voltmeter akan digunakan untuk mengukur tegangan 1,5V. Hitung besarnya tahanan seri meter Rv. Menaikkan batas ukur dilakukan dengan memasang tahanan paralel R p dengan Ampermeter gambar Tahanan R p akan dialiri arus sebesar I p, arus yang melalui meter R m sebesar I m Gambar 8.

Persamaan tahanan paralel Rp: Hitung tahanan paralel Rp. Batas ukur dengan Gambar 8. Batas ukur Ampermeter Batas ukur ketiga, posisi saklar 3 dipakai tahanan paralel R p3. Penambahan Batas Ukur meter Pengukuran Tahanan Pengukuran tahanan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu mengukur langsung nilai tahanan dan pengukuran tidak langsung dengan metode jembatan gambar Pengukuran tahanan secara langsung bisa menggunakan multimeter, dengan menempatkan selektor pemilih mode pada pengukuran tahanan.

Resistor yang diukur dihubungkan dengan kedua kabel meter dan nilai tahanan terbaca pada skala meter. Pengukuran tidak langsung, menggunakan alat meter tahanan khusus dengan prinsip kerja seperti jembatan Wheatstone. Jenis-jenis Pengukuran Tahanan R 1 seri dengan R 2, dan R 3 seri dengan R 4. Hukum Kirchoff tegangan menyatakan jumlah drop tegangan sama dengan tegangan sumber. Jika U1 U3 disebut kondisi tidak seimbang dan meter menunjukkan angka tertentu.

R 3 dan R 4 dari tahanan geser. Dengan mengatur posisi tahanan geser B, sampai Voltmeter posisi nol. Kondisi ini disebut setimbang, maka berlaku rumus kesetimbangan jembatan Wheatstone Contoh: Hitung besarnya R 1 dalam kondisi setimbang. Pengembangan model Wheatstone Selain itu juga hubungan antara frekuensi dan phasa antara dua gelombang juga dapat dibandingkan.

Ada dua jenis osiloskop, yaitu osiloskop analog dan osiloskop digital. Bentuk fisik Osiloskop Koefisien waktu: Blok diagram sistem Osiloskop Merupakan bagian terpenting sebuah osiloskop.

Katode di dalam CRT Cathode Ray Tube akan mengemisikan elektron-elektron ke layar CRT melalui elektrode-elektrode pemfokus Intensitas pancaran elektron ditentukan oleh banyaknya elektron yang diemisikan oleh Katode gambar Bahan yang memantulkan cahaya pada layar CRT dapat diperoleh dari Sulfid, Oksid atau silikat dari Kadmium, yang diaktifkan melalui bahan tambahan dari Perak, Emas atau Tembaga. Pada umumnya dipilih warna hijau untuk tampilan cahaya pada layar CRT, karena mata manusia pada umumnya peka terhadap warna ini.

Penguat ini dapat memberikan tegangan pada plat pengarah-y hingga V. Penguat ini harus dapat menguatkan tegangan DC maupun AC dengan penguatan yang sama.

Pengukuran sinyal dapat diatur melalui tombol POS position. Input-Y Vert. Bagian ini terhubung dengan tombol pembagi tegangan, untuk membagi tegangan yang akan diukur, dengan perbandingan Pembagi tegangan Penguat ini memiliki dua input, satu dari sweep generator, menghasilkan trace sapuan horizontal lewat CRT dan input yang lain menguatkan sinyal eksternal dan ditampilkan pada CRT hanya pada sumbu horizontal.

CRT akan menampilkan sinyal yang diukur sinyal input hanya jika periode sinyal tersebut persis sama dengan periode sinyal gigi gergaji ini atau merupakan kelipatan periodenya. Triggering dan bias waktu Sinyal gigi gergaji akan mulai muncul jika ada sinyal trigger gambar Pada saat sinyal input melewati level Trigger, maka sinyal gigi gergaji mulai muncul.

Catu Daya: Trigering memunculkan sinyal gigi gergaji Kinerja catu daya ini sangat mempengaruhi kinerja bagian lainnya di dalam osiloskop. Misalnya kanal-1 mengukur sinyal input dan kanal-2 mengukur sinyal output secara bersamaan, maka osiloskop dua kanal mampu menampilkan dua sinyal dalam waktu bersamaan dalam satu layar.

Blok diagram Osiloskop dua kanal Blok diagram osiloskop dua kanal gambar 8. Dua sinyal input dapat dimasukkan melalui kanal-1 dan kanal-2 masing-masing penguat-y. Pengaktifan kedua penguat-y tsb dipilih secara elektronik, melalui frekuensi yang berbeda untuk tiap kanal. Kedua sinyal input tsb akan masuk melalui satu elektron-gun secara bergantian lalu ditampilkan pada CRT.

Jika sinyal input mempunyai frekuensi rendah, maka saklar elektronik akan mengaturnya pada frekuensi tinggi. Sebaliknya, jika input sinyal mempunyai frekuensi tinggi, maka saklar elektronik akan mengaturnya pada frekuensi yang lebih rendah. Tampilan sapuan ganda dual-trace dari electron beam tunggal dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu Chop time sharing dan alternate time sharing.

Pemilihan kanal dilakukan oleh multivibrator yang akan mengoperasikan saklar elektronik secara otomatis Osiloskop Digital Blok diagram Osiloskop Digital gambar 8. Osiloskop digital, misalnya Storage Osciloscope terdiri dari: Sinyal analog akan dicuplik sampling , lalu dikuantisasi oleh ADC, yaitu diberi nilai biner sesuai dengan besarnya amplitudo ter-sampling gambar Nilai ini dapat ditampilkan kembali secara langsung pada layar CRT atau monitor PC melalui kabel penghubung RS Perbedaan antara osiloskop analog dan digital hanya pada pemroses sinyal ADC.

Pengarah pancaran elektron pada osiloskop ini sama dengan pengarah pancaran elektron pada osiloskop analog. Osiloskop digital ada yang dilengkapi dengan perangkat lunak matematik untuk analisa sinyal atau printer.

Sampling sinyal analog oleh ADC Ground osiloskop dihubung kan ke negatip catu daya DC. Probe kanal- 1 dihubungkan ujung sambungan R1 dengan R2. Tegangan searah diukur pada mode DC. Tegangan terukur diukur dari garis nol ke garis horizontal DC.

Listrik pdf simbol

Mengukur tegangan DC dengan Osiloskop Jika menggunakan listrik PLN maka frekuensinya 50 Hz. Besarnya tegangan 6 V dan periodenya 20 milidetik dan frekuensinya 50 Hz. Mengukur tegangan AC dengan Osiloskop 3. Pada beban resistor sinyal tegangan dan sinyal arus akan sephasa. Mengukur Arus AC dengan Osiloskop 4. Beda phasa dapat diukur dengan rangkaian C1 dan R1. Tegangan U1 menampakkan tegangan catu dari generator AC. Pergeseran phasa U1 dengan U2 sebesar x. Mengukur beda phasa dengan Osiloskop Trafo digunakan untuk isolasi tegangan Triac dengan tegangan catu daya osiloskop.

Dengan mengatur sudut penyalaan triger maka nyala lampu dimmer dapat diatur dari paling terang menjadi redup. Dengan menggunakan osiloskop dua kanal dapat ditampilkan beda phasa yang dikenal dengan metode Lissajous. Beda phasa 0 0 atau Sinyal Vertikal T0 T2 T4 T3 T1 T0 T2 T4 Dua sinyal yang berbeda, dalam hal ini sinyal input dan sinyal output jika dipadukan akan menghasil kan konfigurasi bentuk yang sama sekali berbeda.

Mengukur sudut penyalaan TRIAC dengan Osiloskop Sinyal input dimasukkan ke kanal Y vertikal dan sinyal output dimasukkan ke kanal X horizontal berbeda 0 0, dipadu kan akan menghasilkan sinyal paduan berupa garis lurus yang memben tuk sudut gambar 8. Sinyal horizontal yang berbeda phasa atau dimasukkan. Hasil paduan yang tampil pada layar CRT adalah garis bulat. Sinyal input berbeda fasa 90 0 dg output Misalnya sinyal referensi dimasukkan ke input horizontal dan sinyal lainnya ke input vertikal.

Alat-alat ukur analog dengan penunjukan menggunakan jarum, juga dipakai alat ukur digital yang praktis dan membaca pada layar display. Parameter alat ukur listrik meliputi akurasi, presisi, kepekaan, resolusi dan kesalahan. Pada awal perkembangan teknik pengukuran mengenal dua sistem satuan, yaitu sistem metrik dan sistem CGS. Besaran dan symbol parameter listrik meliputi Arus listrik, I.

Ada enam besaran kelistrikan yang dibuat standart,yaitu standar amper, resistansi, tegangan, kapasitansi, induktansi, kemagnetan dan temperatur. Sinyal analog berbentuk fungsi kontinyu. Sistem digital berhubungan dengan informasi dan data digital. Bagian listrik alat ukur analog yang penting adalah, magnet permanen, tahanan meter dan kumparan putar.

Bagian mekanik alat ukur analog meliputi jarum penunjuk, skala dan sekrup pengatur jarum penunjuk. Blok diagram alat ukur digital terdiri komponen sensor, penguat sinyal analog, Analog to Digital converter, mikroprosesor, alat cetak dan display digital. Tampilan display digital jenisnya 7-segmen, segmen dan dot matrik 5x7 Alat ukur kumparan putar terdiri dari permanen magnet, kumparan putar dengan inti besi bulat, jarum penunjuk terikat dengan poros dan inti besi putar, skala linear, dan pegas spiral rambut, serta pengatur posisi nol.

Dipakai untuk Voltmeter, Ampermeter. Alat ukur besi putar terdiri belitan, komponen diam, komponen putar, jarum penunjuk dan skala pengukuran. Pengukur Voltmeter, Ampermeter. Alat ukur elektrodinamis, memiliki dua belitan kawat, yaitu belitan arus dan belitan tegangan berupa kumparan putar, pengukur Wattmeter.

Alat ukur piringan putar, memiliki belitan arus dan belitan tegangan terpasang dalam satu inti besi, dipakai pada KWhmeter.

KWhmeter satu phasa memiliki satu belitan arus dan satu belitan tegangan, KWhmeter 3 phasa memiliki tiga belitan arus dan tiga belitan tegangan. Untuk menaikkan batas ukur tegangan dipasangkan tahanan seri dengan meter. Untuk menaikkan batas ukur arus dipasangkan tahanan yang dipasangkan parallel dengan alat ukur. Pengukuran tahanan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu mengukur langsung nilai tahanan dan pengukuran tidak langsung dengan metode jembatan.

Jembatan Wheatstone bekerja berdasarkan prinsip keseimbangan. Dengan menggunakan osiloskop dua kanal dapat ditampilkan beda phasa yang dikenal dengan metode Lissajous Soal-soal 1. Hitunglah beban daya listrik? Jelaskan cara kerja pengukuran tsb. Pengukur tegangan Voltmeter memiliki arus meter 0,5mA, tegangan meter 0,25V. Voltmeter akan digunakan untuk mengukur tegangan 2,5V. Gambarkan skematik pengukuran tegangan AC dengan menggunakan osiloskop, jelaskan urutan cara pengoperasiannya.

Bahan Semikonduktor Dalam pengetahuan bahan teknik listrik dikenal tiga jenis material, yaitu bahan konduktor, bahan semikonduktor dan bahan isolator.

Bahan konduktor memiliki sifat menghantar listrik yang tinggi, bahan konduktor dipakai untuk kabel atau kawat penghantar listrik, seperti tembaga, aluminium, besi, baja, dsb. Bahan semikonduktor memiliki sifat bisa menjadi penghantar atau bisa juga memiliki sifat menghambat arus listrik tergantung kondisi tegangan eksternal yang diberikan, bahan semikonduktor merupakan komponen pembuatan Transistor, Diode, thyristor, triac, Gambar 9. Transistor GTO gambar Bahan isolator memiliki sifat menghambat listrik yang baik, dipakai sebagai isolator dalam peralatan listrik, contohnya keramik, porselin, PVC, kertas, dsb.

Komponen elektronika yang banyak dipakai dalam teknik listrik industri adalah thyristor gambar Gambar 9. Thyristor 9. Struktur Atom Semikonduktor Atom menurut Bohr dimodelkan sebagai inti yang dikelilingi oleh elektron elektron yang mengorbit. Inti atom memiliki muatan positif, sedangkan elektron bermuatan negatif.

Inti atom cenderung menarik elektron yang berputar dalam orbitnya. Makin besar daya tarik dari inti, kecepatan orbit elektron akan meningkat.

Simbol Simbol Listrik

Orbit atom silikon dan germanium diperlihatkan dalam gambar. Atom silikon memiliki 14 proton dalam intinya, orbit elektron yang mengisi tiga pita orbitnya gambar Orbit terdalam diisi oleh dua elektron, orbit kedua dari dalam diisi oleh 8 elektron dan orbit terluar diisi oleh empat elektron, kita sebut silikon memiliki konfigurasi Empat belas elektron yang mengorbit pada inti silikon berputar menetralkan muatan dari inti atom dari luar secara listrik adalah netral. Pita orbit pertama paling dalam mengorbit 2 elektron, pita orbit kedua diisi oleh 8 elektron, pita orbit ketiga mengorbit 18 elektron dan pita orbit keempat atau terluar diisi oleh 4 elektron.

Germanium memiliki konfigurasi elektron Semikonduktor Tipe N Sudah dijelaskan atom silikon dengan 14 proton, memiliki konfigurasi Untuk menjadikan atom silikon menjadi tipe N harus di doping, yaitu menambahkan suatu atom yang memiliki lima atom valensi pentavalent , diantara empat atom silikon tetangganya.

Dengan penambahan atom pentavalent konfigurasi menjadi berubah, karena empat atom akan saling berpasangan dan satu atom sisa yang tidak memiliki pasangan atau kelebihan satu elektron. Kondisi ini kita sebut atom silikon yang sudah didoping menjadi silikon semikonduktor tipe N yang berarti negatif.

Atom pentavalent disebut sebagai atom donor, yaitu arsen, antimon, dan posfor gambar Semikonduktor Tipe N Semikonduktor Tipe P Untuk mendapatkan semikonduktor tipe P artinya kita membuat atom silikon memiliki hole, dengan cara memberikan doping atom yang memiliki tiga elektron trivalent , pada empat atom tetangganya.

Karena atom trivalent memiliki tiga elektron, sehingga dari empat pasangan yang ada hanya tujuh elektron yang berjalan dalam orbit valensinya. Dengan kata lain sebuah hole akan muncul dalam setiap atom trivalent. Atom silikon yang didoping dengan atom trivalent akan menghasilkan hole, dan inilah yang kita sebut dengan semikonduktor tipe P atau positif.

Atom trivalent disebut sebagai atom akseptor, yaitu aluminium, boron dan gallium gambar Semikonduktor Tipe P 9. Juntion PN Semikonduktor tipe-p yang disambungkan dengan semikonduktor tipe-n, selanjutnya daerah dimana tipe-p bertemu tipe-n disebut Juntion PN gambar Telah dijelaskan bahwa semikonduktor tipe-p memiliki kelebihan elektron, sementara semikonduktor tipe-n memiliki hole.

Elektron dari tipe-n cenderung untuk menyebar dan memasuki hole yang ada di tipe-p, maka hole akan lenyap dan elektron pita konduksi menjadi elektron pita valensi. Sambungan PN Tiap pasang ion positif dengan ion negatif disebut dipole, daerah di sekitar juntion PN akan dikosongkan dari muatan-muatan yang bergerak. Kita sebut daerah yang kosong muatan ini dengan lapisan pengosongan depletion layer.

Dari prinsip juntion PN ini selanjutnya menjadi dasar bagi pembuatan komponen semikonduktor seperti, Diode, Transistor, thyristor, GTO dsb Diode Diode banyak dipakai sebagai penyearah dari listrik AC menjadi DC dan banyak aplikasi dalam teknik listrik dan elektronika.

Diode memiliki dua kaki, yaitu Anoda dan Katoda gambar Untuk mengetahui cara kerja Diode sebagai penyearah kita lihat dua rangkaian Diode yang dihubungkan dengan sumber tegangan DC. Diode silikon akan mulai forward ketika telah dicapai tegangan cut-in sebesar 0,7 Volt, untuk Diode germanium tegangan cut-in 0,3 Volt. Diode Panjar Maju Karakteristik sebuah Diode digambarkan oleh sumbu horizontal untuk tegangan Volt.

Sumbu vertikal untuk menunjukkan arus ma sampai Amper. Tegangan positif forward dihitung dari sumbu nol ke arah kanan. Tegangan negatif reverse dimulai sumbu negatif ke arah kiri. Diode Panjar Mundur Garis arus maju forward dimulai dari sumbu nol keatas dengan satuan Amper.

Garis arus mundur reverse dimulai sumbu nol ke arah bawah dengan orde ma. Diode memiliki batas menahan tegangan reverse pada nilai tertentu.

Jika tegangan reverse terlampaui maka Diode akan rusak secara permanen gambar Gambar 9. Karakteristik Diode 9. Diode Zener Diode zener banyak dipakai untuk penstabil tegangan atau penstabil arus.

Diode zener justru harus bekerja pada daerah reverse, karena tujuannya untuk menstabilkan tegangan dan arus yang diinginkan gambar.

Aplikasi Diode Zener sebagai penstabil tegangan Diode zener dipakai sebagai penstabil tegangan dalam beberapa konfigurasi. Jika arus yang mengalir sebesar ma. Besarnya resistor adalah Ohm. Gambar-2 adalah Diode zener sebagai penstabil arus. Gambar-3 Diode zener dirangkaian dengan Transistor sebagai penstabil tegangan.

Gambar-4 Diode zener dengan Transistor sebagai penstabil arus. Tegangan input 12 Volt, arus yang mengalir dari 0 ma sampai 20 ma. Hitunglah besarnya nilai Resistor yang dipasang. Karakteristik Diode Zener Transistor Bipolar Komponen yang penting dalam elektronika adalah Transistor. Berbeda dengan Diode, Transistor memiliki tiga kaki, yaitu emitor, basis dan colektor. Rangkaian Dasar Transistor Persamaan umum sbb: Tegangan G2 diubah-ubah sehingga arus kolektor I C dapat diatur besarannya.

Tampak perubahan arus kolektor I C terkecil 50 ma, ma, ma sampai ma dan terbesar ma. Setiap Transistor bipolar memiliki karakteristik berbeda-beda tergantung pada berbagai parameter penting, yaitu daya output, disipasi daya, temperatur, tegangan kolektor, arus basis dan faktor penguatan Transistor.

Karakteristik Transistor Gambar 9. Fisik Transistor Bentuk Transistor bipolar berbeda beda secara fisik, juga cara menentukan letak kaki basis, emiter dan kolektor dapat diketahui dari data sheet Transistor. Transistor dalam Praktek Transistor banyak digunakan dalam rangkaian elektronika untuk berbagai kebutuhan, misalnya rangkaian flip flop, rangkaian pengatur nyala lampu, pengatur kecepatan motor, pengatur tegangan power supply, dsb.

Aplikasi Transistor Gambar 9. Transistor dengan Tahanan Bias Karakteristik Output Transistor Persamaan loop output: Titik kerja mendekati titik ekstrem UCE disebut kelas AB, dimana hanya separuh dari sinyal sinusoida yang dilalukan ke output Transistor. Klas AB dan klas B dipakai pada penguat akhir jenis push-pull.

Klas C terjadi jika pada penguat tersebut diberikan umpan balik positif sehingga terjadi penguatan tak terkendali besarnya, penguat klas C dipakai sebagai osilator. Transistor sebagai komponen aktif, untuk bisa bekerja dan berfungsi harus diberikan bias.

Tegangan bias Transistor dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu tegangan bias sendiri melalui tahanan R V dan tegangan bias dengan pembagi tegangan R2 paralel R1 gambar Gambar 9. Tegangan bias Transistor Karakteristik Input Transistor Tahanan kolektor R C membatasi arus kolektor I C. Emitor Transistor langsung ke ground gambar Ketika temperatur meningkat, R berubah dan arus basis I B meningkat, memicu arus kolektor I C membesar, akibatnya tegangan kolektor U RC meningkat.

Sebaliknya ketika tahanan R berubah mengecil, tegangan basis emitor U BE juga menurun, yang mengakibatkan arus basis I B menurun dan akibatnya arus kolektor I C akan menurun dengan sendirinya. Rangkaian kini menggunakan empat resistor bernilai konstan R1 dan R2 untuk mengatur arus basis I B. Akibatnya tegangan kolektor U BE naik. Rangkaian Bistable Multivibrator Diagram Waktu Bistable Multivibrator Rangkaian Schmitt-trigger dengan dua Transistor BC dan tujuh resistor memiliki input dititk E, dan output dititik Q gambar Gelombang ber-bentuk gergaji di masukkan sebagai tegangan input U1, oleh kedua Transistor BC akan diperkuat sinyal input menjadi sinyal output berbentuk kotak ON dan OFF sesuai dengan bentuk sinyal inputnya.

Rangkaian Schmitt-trigger dapat digunakan dalam teknik pengaturan untuk mengatur kapan ON dan kapan OFF dengan mengatur sinyal inputnya. Rangkaian dan Diagram Waktu Schmitt Trigger Penguat Amplifier Amplifier adalah perangkat yang memperkuat sinyal input yang ditangkap oleh mikropon, tegangan input U 1 dan arus I 1 diperkuat oleh penguat amplifier dan hasil keluarannya berupa tegangan output U 2 dan arus output I 2 yang di reproduksi lagi sesuai aslinya oleh speaker gambar Penguat amplifier memiliki faktor penguatan, meliputi penguat tegangan, penguat arus dan penguat daya.

Transistor memiliki kemampuan untuk menjadi penguat amplifier dengan melihat pada karakteristik output. Pada kuadrant II terdapat faktor penguatan arus. Titik A merupakan titik kerja linier untuk menentukan besarnya ratio perubahan. Prinsip Kerja Penguat Gambar 9. Titik pertama pada titik input dengan mengukur tegangan U1, titik kedua mengukur input pada tegangan basis-emitor U BE, titik ketiga mengukur tegangan kolektor-emitor U CE dan titik keempat mengukur tegangan output U.

Generator fungsi memberikan sinyal input sinusoida, frekuensi 1 khz tegangan input 50mV AC dibaca osiloskop Perubahan arus basis I B akan menghasilkan juga perubahan arus kolektor I C, dari garis kerja A1, A dan A2 dapat dicerminkan perubahan tegangan kolektor-emitor U CE terbaca di osiloskop 3 berbeda phasa Pada titik keempat osiloskop-4 terbaca tegangan output U2 adalah perubahan tegangan output U CE. Karakteristik output yang terlihat memiliki garis beban yang ditarik dari garis tegak 20mA dan garis horizontal 12V gambar Garis memiliki tiga titik beban yang berpusat di A dan sisi atas A1 dan sisi bawah A2.

Garis beban ini menjelaskan bahwa penguat jenis ini adalah disebut penguat klas A. Penguat klas A digunakan untuk menguatkan sinyal input pada penguat awal. Jika dari garis beban, titik kerja A bergeser ke bawah mendekati sumbu horizontal U CE, maka dikatakan sebagai penguat dengan klas AB atau klas B gambar Dari titik kerja AB ditarik garis ke bawah memotong garis horizontal U CE, maka bentuk gelombangnya hanya separuh dari sinyal Gambar 9. Penguatan Sinyal Untuk mendapatkan secara utuh penguatan sinyal input sinusoida diperlukan dua penguatan kelas AB secara push-pull.

Ketika sinyal input berupa gelombang sinusoida dari generator sinyal, masuk ke basis Q1 dan Q2. Saat pulsa input positif akan menyebab kan Q1 konduksi dan sinyal diperkuat. Sinyal input negatif berikutnya akan menyebabkan Q2 konduksi dan memperkuat sinyal.

Kedua sinyal output yang dihasilkan Q1 dan Q2 menyatu dan hasilnya di reproduksi oleh speaker P1. Penguat push-pull banyak digunakan sebagai penguat akhir amplifier. Rangkaian Push-Pull Transistor juga memiliki tahanan dalam yang berubah-ubah.

Pdf simbol listrik

Perubahan arus basis I B akan mempengaruhi arus kolektor I C. Pada Transistor saat bekerja akan muncul rugi daya yang besarnya sebanding dengan kuadrat arus kali tahanan, rugi daya Transistor akan diubah menjadi panas yang akan dilepaskan ke udara sekelilingnya. Casis Transistor Dengan Isolator Untuk memudahkan pelepasan energi panas maka diperlukan sirip pendingin yang dipasang dengan casis Transistor.

Sirip pendingin dirancang dengan bentuk lingkaran atau menyerupai tanduk, tujuannya untuk mendapatkan luas permukaan yang maksimal gambar Gambar 9. Bentuk Pendingin Transistor Gambar 9. Inti atom memiliki muatan posiif, sedangkan elektron bermuatan negatif. Atom silikon memiliki 14 proton dalam intinya, orbit elektron yang mengisi tiga pita orbitnya. Atom silikon orbit terdalam diisi dua elektron, orbit kedua diisi oleh 8 elektron dan orbit terluar diisi oleh empat elektron, kita sebut silikon memiliki konfigurasi Atom germanium intinya memiliki 32 proton, memiliki empat pita orbit, dengan konfigurasi elektron Agar atom silikon menjadi tipe semikonduktor tipe N harus di doping, yaitu menambahkan suatu atom yang memiliki lima atom valensi pentavalent.

Atom pentavalent disebut atom donor, yaitu arsen, antimon dan posfor. Agar silikon menjadi semikonduktor tipe P, Atom silikon memiliki hole, dengan cara mendoping atom yang memiliki tiga elektron trivalent. Atom trivalent disebut atom akseptor, yaitu aluminium, boron dan gallium. Semikonduktor tipe-p yang disambungkan dengan semikonduktor tipe-n, selanjutnya daerah dimana tipe-p bertemu tipe-n disebut Juntion PN.

Diode memiliki dua kaki, yaitu Anoda dan Katoda, hanya dapat mengalirkan arus satu arah saja, yaitu dari anode ke katoda. Diode zener dipakai untuk penstabil tegangan atau penstabil arus.

Transistor memiliki tiga kaki, yaitu emitor, basis dan kolektor. Transistor akan aktif, syaratnya tegangan bias basis-emitor kondisi maju, dan sambungan basis kolektor terbias mundur. Karakteristik output Transistor, menggambarkan hubungan tiga parameter, yaitu arus input, arus output, dan tegangan output. Karakteristik input Transistor, menyatakan hubungan antara arus input dan arus output saja. Garis beban digambarkan pada karakteristik output untuk menentukan titik kerja Transistor.

Transistor dapat difungsikan sebagai saklar elektronik, saat OFF didaerah Cutoff dan saat saklar ON bekerja didaerah saturasi. Penguat amplifier memiliki faktor penguatan, meliputi penguat tegangan, penguat arus dan penguat daya. Penguat klas A digunakan untuk menguatkan sinyal audio. Penguat klas B digunakan sebagai penguat daya. Penguat klas AB dikonfigurasi push-pull,dipakai sebagai penguat daya.

Penguat klas C dipakai sebagai penguat osilator. Pelepasan energi panas Transistor, diperlukan sirip pendingin yang dipasang pada casis Transistor Soal-soal 1.

Listrik pdf simbol

Jelaskan pembentukan bahan semikonduktor jenis N, juga pembentukan semikonduktor tipe P. Apa yang dimaksudkan dengan Juntion PN, gambarkan skematiknya dan terjadinya arus forward dan arus forward. Transistor jenis PNP, difungsikan sebagai saklar elektronik. Buatlah gambar skematiknya dan jelaskan cara kerja saklar elektronik. Hitunglah a nilai tahanan bias sendiri R V dan b nilai tahanan pembagi tegangan R1 dan R2.

Tentukan besarnya tahanan RC dan RV? J, Electrical Machines: Gava Media: Indonesia Power UBP. Mueller, P. Traister and Ronald T.

Simbol Listrik Dan Hukum Kelistrikan

Bryan, E. Van Harten, Ir. Jakarta, R. Tegangan dapat ditunjukkan di sebelah kanan lambang dan jenis sistem di sebelah kiri. Arus searah, tiga penghantar termasuk kawat tengah, V V antara setiap penghantar sisi dan kawat tengah.

Arus bolak balik, 50 Hz. Tiga Penghantar No. Sirkit arus searah, V, dua penhantar alumunium ver penampang mm 2. Sirkit arus searah, V antara penghantar sisi dan kawat tengah V , dua penghantar sisi berpenampang 50 mm 2 dan kawat tengah 25 mm Sirkit fase tiga, 50Hz, V, tiga penghantar berpenampang mm 2, dengan netral berpenampang 50 mm 2.

Jumlah pipa, luas penampang dan keterangan lainnya dapat diperlihatkan di atas saluran yang menggambarkan lintas pipa. Saluran fase tiga dengan penghantar pengaman dan penghantar netral c. Lambang Keterangan 1 a Sakelar penghubung b Sakelar pemutus c Sakelar berselungkup; saklar bersekat pelindung 2 Sakelar dengan pemutusan: Lambang Keterangan 5 a Sakelar pengubah aliran.

Lambang Keterangan 13 Tusuk Kontak 14 Kontak tusuk 15 a Lampu; lambang umum lampu isyarat b Lampu kedip; indikator 16 a Klakson b Sirene c Peluit yang bekerja secara listrik 17 Bel 18 Pendengung 19 Jalur terminal; blok terminal 20 Perangkat hubung bagi dan kendali 21 Bumi; pembumian. Lambang Keterangan 22 Hubungan rangka atau badan 23 Pembumian rangka 24 Penyekatan atau dielektrik 25 Sekat pelindung; selungkup Catatan - Penjelasan macam selungkup dapat ditambahkan dengan catatan atau dengan lambang kimiawi logam 26 Garis batas; garis pemisah; sumbu 27 a Generator - G b Motor - M 28 Transformator 29 Auto transformator satu fase 30 Sel atau akumulator.

Lambang Keterangan 31 Baterai sel atau baterai akumulator 32 Lambang umum dari: Lambang Keterangan. Lambang Keterangan 1 Pengawatan lambang Catatan - Untuk maksud tertentu, garis dapat diganti dengan garis putus-putus 2 Pengawatan tampak di permukaan 3 Pengawatan tidak tampak di bawah permukaan 4 Pengawatan dalam pipa.

Lambang Keterangan Catatan-Jenis pipa dapat diyatakan, jika perlu 5 a Pengawatan menuju keatas b Pengawatan menuju ke bawah Catatan: Energy Information Adm. Thursday, 11 August Maupun Simbol Elektrik diperlukan disaat kita membuat gambar sistem rangkaian elektrik ataupun rangkaian elektronik. Penggunaan Simbol-Simbol ini tentunya akan mempermudah pembangunan Skematik Rangkaian serta juga mempermudah pemahaman disaat proses perakitan dilakukan.

Pemakaian Simbol yang ada tidak hanya pad Teknik Listrik dan Elektronika akan tetapi pada bidang lain seperti Arsitek, yang berkaitan dengan bidang teknik untuk mempermudah pembacaan dan pengertian setelah di Rancang. Juga berbeda dari beberapa Disiplin Ilmu. Sebagai Contoh: Analog Dan Digital. Basic Electrical. Switches and Relays. Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook.

Subscribe to: Post Comments Atom. Date and Time Mecca. Powered by Blogger. My Note Visitors.

You might also like: CHESS EVOLUTION PDF

Total Pageviews.